TRANSFORMASI MUSIK TINGKILAN KUTAI DALAM KONTINUITASNYA DI ERA GLOBALISASI (SEBUAH PENDEKATAN ETNOMUSIKOLOGIS)

Main Article Content

Asril Gunawan
Mursalim
Fahrurazi

Abstract




Musik tingkilan adalah jenis kesenian yang penyajiannya terdiri dari pemain gambus, gendang (Babon) dan penyanyi (pantun). Penyajian musik tingkilan biasanya selalu disertai dengan nyanyian pantun dan saling berbalas pantun antara pemain gambus dengan penonton. Selanjutnya, kesenian musik tingkilan perlahan-lahan mengalami penurunan dikarenakan bahwa musik tingkilan dianggap kurang menarik dan monoton. Kurangnya minat masyarakat terhadap musik tingkilan tidak terlepas dari faktor globalisasi. Oleh karena itu, pengaruh globalisiasi secara tidak langsung memberikan pengaruh besar terhadap kontinuitas musik tingkilan Kutai. Seiring perkembangan zaman, musik tingkilan telah mengalami perubahan dengan cara bertransformasi. Proses transformasi dianggap mampu memberikan pengaruh penting terhadap perubahan bentuk dan kreativitas pelaku seniman melalui inovasi musik tingkilan. Adapun transformasi musik tingkilan perkembangannya kini disebut dengan Congkil atau keroncong tingkilan. Perubahan bentuk penyajian di atas adalah contoh kecil tentang bagaimana kontinuitas musik tingkilan dapat bertransformasi. Artinya musik tingkilan dapat berkembang bilamana dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai transformasi yang melekat didalamnya.




Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Asril Gunawan, Mursalim, & Fahrurazi. (2019). TRANSFORMASI MUSIK TINGKILAN KUTAI DALAM KONTINUITASNYA DI ERA GLOBALISASI (SEBUAH PENDEKATAN ETNOMUSIKOLOGIS). Seminar Nasional Bahasa, Sastra, Dan Seni (Sesanti), 1–16. Retrieved from http://eprosiding.fib-unmul.id/index.php/sesanti/article/view/3
Section
Articles