TOPENG IRENG DAN MEMORI BUDAYA: STUDI KASUS TRANSMIGRAN JAWA DI SAMARINDA

Main Article Content

Bayu Arsiadhi Putra
Aris Setyoko
M. Natsir

Abstract




Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kesenian topeng ireng dan memori budaya dalam komunitas transmigrasi Jawa di Samarinda. Penelitian ini juga melihat sejauh mana warisan budaya Jawa dan identitas ditransmisikan kepada generasi ketiga, yang lahir dan besar di Samarinda. Wawancara secara mendalam pada generasi pertama transmigran menunjukan bahwa kesenian digunakan untuk mengingat, mencegah ingatan terlupakan dan meneruskannya kepada generasi selanjutanya. Sementara generasi ketiga menciptakan praktik topeng ireng mereka sendiri dan ruang yang menghubungkan mereka dengan kebudayaan di Jawa dan di mana pun. Perkembangan teknologi menjadi alternatif bagi generasi muda untuk menemukan kesenian topeng ireng dari Jawa, dan menciptakan memori mereka sendiri untuk kesenian ini.




Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Bayu Arsiadhi Putra, Aris Setyoko, & M. Natsir. (2019). TOPENG IRENG DAN MEMORI BUDAYA: STUDI KASUS TRANSMIGRAN JAWA DI SAMARINDA. Seminar Nasional Bahasa, Sastra, Dan Seni (Sesanti), 31–46. Retrieved from http://eprosiding.fib-unmul.id/index.php/sesanti/article/view/5
Section
Articles