PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMBANGUN PELINDUNGAN BUDAYA LOKAL (Seni Tutur Aceh PM TOH)

Main Article Content

Erlinda

Abstract




Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan media sosial dalam upaya pelestarian dan penguatan budaya lokal yang dilakukan oleh petutur Aceh dalam menjaga Seni tutur Aceh (PM TOH). Harapan dapat dijadikan sebagai pembelajaran oleh muda dan mudi di seluruh pelosok Indonesia dalam upaya menjaga budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan instrumen penelitian, Observasi, wawancara dan dokumen. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat Aceh dan sampelnya adalah tiga orang seniman Aceh yang aktif melakukan pertunjukan hikayat PM TOH di Banda Aceh dan satu orang seniman Aceh yang aktif melakukan pertunjukan di seluruh Indonesia dan luar Negeri. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, dari sekian banyak Seni tutur Masyarakat Aceh, ada daerah-daerah tertentu yang budaya seni Tutur dipertahankanolehmasyarakatAcehdanadapulayangditinggalkan. Seni tutur Aceh (PM TOH) dewasa ini mendapatkan perhatian khusus oleh para pemuda Aceh sehingga menjadi populer dan terus berkembang hingga ke ibukota Indonesia. Kepopuleran seni tutur PM TOH akibat dari tepatnya pemanfaatan media sosial seperti Instagram, facebook dan you tube oleh seniman tutur Aceh dalam mempromosikan pertunjukan budaya lokal. Media sosial mempunyai fungsi penting dalam peningkatan promosi dan daya tarik masyarakat akan seni tutur Aceh yang dulunya seni ini sangat populer dan dinanti oleh masyarakat. Masuknya Era Milenial membawa manfaat tersendiri bagi seni dan budaya di Aceh. Khususnya seni tutur PM TOH.




Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Erlinda. (2019). PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMBANGUN PELINDUNGAN BUDAYA LOKAL (Seni Tutur Aceh PM TOH). Seminar Nasional Bahasa, Sastra, Dan Seni (Sesanti), 78–90. Retrieved from http://eprosiding.fib-unmul.id/index.php/sesanti/article/view/9
Section
Articles